Tarik Tambang, Cabor Adu Gengsi Bagi Perwira

0
859
Team dari Satsabara beradu kekuatan dengan team Satrekrim Polres Tuban dalam lomba tarik tambang
Team dari Satsabara beradu kekuatan dengan team Satrekrim Polres Tuban dalam lomba tarik tambang

Konituban – Puluhan perwira Kepolisian Resort (Polres) Tuban, sejak pagi di halaman belakang Mapolres terus berjibaku adu gengsi dalam olahraga Tarik Tambang. Cabang Olahraga (Cabor) tradisional yang masuk dalam olimpiade di abad ke-20 ini, sengaja diperlombakan untuk menyemarakan HUT Kemerdekaan RI ke-71.

“Lomba tarik tambang paling meriah karena mengukur kekuatan fisik dari masing-masing team,” kata Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, Jumat (19/8/2016).

Untuk perlombaan tarik tambang dibagi beberapa team. Terdiri dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas), Satuan Sabhara, dan Satuan Reskriminal Polres Tuban. Lomba berlangsung penuh ketegangan, sebab masing-masing satuan mengeluarkan team terbaikanya.

Insiden jatuh bangun perwira tidak terelakan lagi. Namun demikian, hasil penilaian dewan juri memutuskan team dari Satlantas meraih juara 1, kemudian Satreskrim juara 2, kemudian disusul Sat Sabhara juara ketiga.

Serangkain kegiatan tahunan ini untuk menindaklanjuti program Polri, untuk mensolidkan anggota dalam nuansa kemerdekaan. Selain mempererat hubungan jajaran pejabat di internal Mapolres, lomba ini juga melibtakan rekan-rekan jurnalis.

“Kami harapkan lomba sederhana ini dapat meningkatkan kebugaran fisik semua pihak yang terlibat,” imbuhnya

Sekedar diketahui, permainan tarik tambang bukan permainan tradisional asli dari Indonesia. Permainan ini menjadi salah satu kebudayaan kuno khas dari Cina, India, dan Mesir.

Kemudian permainan ini mulai mengalami perkembangan, dan akhirnya masuk ke Indonesia melalui para pendeta Hindu/Buddha dari India. Permainan tersebut tidak lagi menjadi suatu permainan yang istimewa yang hanya boleh dimainkan sekelompok orang.

Tapi menjadi suatu permainan umum dan menyenangkan yang boleh dimainkan siapapun. Permainan ini bahkan pernah masuk cabang olahraga di Olimpiade sekitar awal abad ke-20. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here