RAC Tuban, Cetak Generasi Berprestasi

0
951
Latih : Mukandar sedang memberikan arahan kepada anak didiknya di lokasi latihan RAC Tuban.
Latih : Mukandar sedang memberikan arahan kepada anak didiknya di lokasi latihan RAC Tuban.

Konituban – Bagi sebagian masyarakarat Kabupaten Tuban, untuk berprestasi di kanca Nasional maupun Asia mungkin sangat sulit atau bahkan mustahil. Tetapi atlet binaan Ronggolawe Atletik Club (RAC) Tuban mampu membuktikan itu semua.

Tercatat pada akhir bulan Juli 2016 lalu, salah satu atlet Lompat Galah Nasional, Teuku Tegar Abadi (18), kelahiran Plumpang, mampu berkiprah di tingkat ASEAN.

“Prestasi olahraga sangat mungkin diraih generasi Bumi Wali dengan catatan serius dan fokus,” kata Pelatih RAC Tuban, Mukandar (68), saat ditemui usai melatih atletnya di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding (7/8).

Menurutnya atlet Tuban sejak tahun 1971 sangat potensial untuk berkiprah di Provinsi Jawa Timur, Nasional bahkan tingkat Asia. Hal tersebut telah dibuktikannya sejak terjun di dunia olahraga tahun 1970 silam. Satu tahun setelahnya atlet binaanya sudah juara 1 tingkat Provinsi.

Raihan prestasi itu bukan hal yang mudah. Sepekan penuh dirinya mendampingi atletnya berlatih, mengasah ketrapilan hingga semua dasar dan teknik atletik dikuasai. Baginya tidak ada yang mustahil untuk dicapai, asalkan mau berlatih rutin dan sesuai prosedur pelatih.

“Tegar dulunya juga pemain bola dan tidak mengenal lompat galah, berkat keseriusanya kini memetik hasil kerja kerasnya,” imbuh pensiunan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tuban itu.

Berbekal hobi dan komitmen memfasilitasi atlet berlatih, Sanggar RAC telah disulap sedemikian rupa. Apabila ban bekas, pelek mobil rongsok, maupun tampar kapal terabaikan, ditangan Mukandar menjadi sesuatu yang istimewa.

Salah satunya tampar kapal sepanjang 15 meter, digantungkan di atas pohon nangka di depan kediamannya. Benda tersebut dapat difungsikan untuk melatih otot tangan, dan bahu. Sedangkan ban bekas ataupun pelek rongsok untuk melatih kekuatan otot perut, dan kaki.

“Kalau mengandalkan beli alat fitnes jelas sulit sebab harganya cukup mahal,” tambah pria yang kini menjadi anggota Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pemprov Jatim.

Pihaknya menilai prestasi itu bukan hanya bertumpu pada fasilitas, namun inovasi dan pola pikir maju yang paling penting. Sebab dunia olahraga terus berkembang tanpa pemikiran analisa yang tajam, sangat sulit untuk mempelajari kelebihan maupun kekurangan atlet.

Meskipun anggaran pembinaan RAC terbilang cukup, namun pihaknya mengapresiasi pengurus Komite Nasional Olahraga Nasional (KONI) yang mulai mendokumentasikan seputar prestasi Cabang Olahraga (Cabor) di Bumi Wali.

Inovasi tersebut sangat penting bagi masa depan olahraga Tuban. Sebab apabila ada yang bertanya mana prestasi atlet Tuban, dapat diakses langsung melalui website konituban.com.

Diketahui, hingga kini RAC memiliki 40 anak didik mulai SD, SMP, dan SMA. Beberapa jenis cabang atletik yang diajarkan meliputi, Lari jangka pendek, menengah, dan cepat. Lompat jauh, tinggi, lompat jangkit, dan lompat tinggi galah. Kemudian, lempar peluru, cakram, lempar lembing, dan lontar martil.

Selain itu, atlet renang dan beberapa anak sebelum mendaftar di Security perusahaan, mupun TNI/POLRI juga aktif berlatih fisik di RAC. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here