Makna Dibalik Logo Porkab IV 2016

0
3491

#Semangat Pantang Menyerah

Konituban – Lambang atau logo adalah sebuah gambaran, atau sebuah identitas suatu kelompok yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap kelompok tersebut. Logo pada sebuah lembaga juga memiliki filosofi tersendiri.

Selain sebuah karya seni rupa, logo juga tidak bisa lepas dari elemen-elemen seni rupa dasar yang membentuknya, seperti garis, bentuk, warna, ruang, tipografi dll, dan Logo harus mencerminkan citra positif dengan cara memaksimalkan pesan-pesan yang menguntungkan dalam bentuk lambang dan gambar.

Logo resmi Porkab Tuban ke IV Tahun 2016 yang dillaunching panitia.
Logo resmi Porkab Tuban ke IV Tahun 2016 yang dillaunching panitia.

Bentuk sebuh logo juga menjadi penting, karena setiap bentuk memiliki makna yang berbeda. makna dari bentuk inilah yang kemudian akan menjadi dasar pemilihan bentuk tersebut sebagai bentuk dasar dari logo.

Penentuan bentuk logo berdasarkan maknanya dipilih dengan maksud supaya logo tersebut mampu menyampaikan pesan yang ingin disampaikan oleh pemilik logo kepada publik, dan begitu juga logo Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Tuban IV tahun 2016 kali ini.

“Perahu Layar, Kubah dan Lima Rantai, adalah logo dan tema yang kita angkat pada Porkab IV kali ini, yakni membangkitkan semangat kejayaan tuban masa lampau untuk meningkatkan prestasi berlandaskan jiwa kebangsaan, kebersamaan dan religius,” kata H Mirza Ali Manshur, ST, MM Ketua KONI Kabupaten Tuban (8/9).

Lebih lanjut ketua KONI ini menjelaskan secara detail, bahwa perahu dengan layar terkembang menyerupai Kubah, melambangkan, kalau Kabupaten Tuban masa lampau (jauh sebelum kerajaan Majapahit berdiri) merupakan bandar/pelabuhan terkenal, pusat dan jalur perdagangan serta pusat pemerintahan yg disegani seluruh nusantara bahkan luar negeri.

“Sejarah membuktikan, pelabuhan Tuban (Tu Ping Tsuh) pada waktu itu pernah berada pada masa kejayaan yg luar biasa. Juga sebagai pusat penyebaran agama Islam, terbukti dengan banyaknya maqam Auliya’ (Wali) yg ada di Tuban,” terang Mirza.

Sementara, Perahu dalam logo mempunyai makna jiwa bahari, yaitu jiwa-semangat petualang laut yang siap menghadapi segala tantangan alam (gelombang, hujan, angin, badai-topan, serta perompak, dll).

“Jiwa serta karakter yg dinamis, pemberani, pantang menyerah, dan selalu waspada. Jiwa ini yg diharapkan bisa dimiliki oleh seluruh atlet, official & masyarakat Tuban untuk selalu meningkatkan prestasi,” harap Mirza.

Sedangkan layar terkembang menyerupai kubah, mempunyai makna dinamis, bahwa perkembangan olahraga di Tuban saat ini tengah berkembang pesat (dan akan terus berkembang) dengan dilandasi jiwa religius. Yaitu olahraga yg mampu memperkuat serta memperkokoh nilai-nilai ketaqwaan terhadap Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Rantai dengan 5 (lima) Lingkaran melambangkan Pancasila (lima sila) yang mempersatukan ke-bhineka-an (heterogenitas) bangsa, lebih khususnya adalah keberagaman masyarakat Tuban. Walaupun berbeda latar belakang suku, bangsa, agama, bahasa, profesi dan sebagainya, tapi tetep dalam satu wadah-bingkai kesatuan.

 “Jalinan atau ikatan persaudaraan, persatuan dan kebersamaan merupakan modal dalam meraih tujuan serta cita-cita bersama,” timpal Zainal Maftuhien, M.Pd, Sekretaris Umum KONI Tuban.

Pada pengunaan warna seperti pelangi mempunyai makna keanekaragaman potensi Tuban, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA). Dengan harapan hal tersebut mampu diselaraskan akan tampak damai, indah & menyenangkan, dalam kemasan motto Tuban the Spirit of Harmony.

“Tulisan Tuban dengan warna hijau sesuai dengan visi, misi serta brand Pemerintah Kabupaten Tuban saat ini yaitu, “Tuban Bumi Wali,” pungkas Kepala Sekolah SMP N 6 Tuban ini. (kh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here