HomeBeritaJurus Mautnya Mengguncang Bumi Wali

Jurus Mautnya Mengguncang Bumi Wali

KoniTuban.com – Satu lagi aliran seni bela diri memasuki wilayah Kabupaten Tuban. Merambahnya Karate-do Gojukai telah menjadi khasanah baru, dalam dunia olahraga di daerah yang syarat nilai religi itu.

Selama kurun tiga tahun terakhir aliran beladiri asal negeri Sakura tersebut, mulai banyak diminati generasi muda dan pelajar. Di awal berdiri membuka tempat latihan pada 2 Januari 2012 lalu, hanya diikuti empat anak muda.

Kini pusat pelatihan di pelataran Kantor Kecamatan Tuban, di Jalan Sunan Kalijogo-Tuban mulai dipadati anak-anak muda. Terlebih sentra latihan ini di bawah bimbingan, Budi Herianto, seorang atlit dan pembina Karate-do Gojukai Cabang Tuban.

“Di Jawa Timur klub ini merupakan pertama kali,” kata atlit Karate-do Gojukai tahun 1998. Setelah itu diikuti Cabang Sidoarjo, Surabaya, dan Cabang Banyuwangi.

Tak berbeda dengan seni beladiri asal Jepang lainnya, aliran ini mengajarkan gerakan menangkis, memukul, dan menendang. Setelah latihan dasar mampu dikuasi, peserta didik lanjut berlatih gerakan tambahan, seperti kata atau kembangan, dan kumite atau pertarungan.

“Gerakan-gerakan itu terus kita fokuskan kepada peserta latihan,” jelas Budi Herianto.

Setelah beberapa tahun berlatih, dia mulai melihat kesiapan pada anak didiknya untuk ikut turnamen. Hasilnya ternyata cukup membanggakan, dari beberapa kali turnamen yang diselenggarankan di Kabupaten Tuban, mereka berhasil meraih juara, tiga kali berturut-turut.

Tercatat prestasi yang diperoleh, diantaranya, Juara I pada Pekan Olah Raga Kabupaten (Porkab) Tuban, Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate Piala Inkanas Piala Rektor Universitas Widyagama, Juara Piala Kapolda Bali tahun 2015. Bahkan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate-do Gojukai meraih medali perak, dan medali emas pada tahun 2015.

“Yang cukup menggembirakan prestasi di The Asean Pasific Gojukai Karate-do Championship yang diikuti 18 negara kemarin,” kata bapak tiga putra itu.

Pada perhelatan bergengsi itu tiga atlit dari klup Tuban berhasil menempatkan namanya. Mereka adalah M Hadaya Fari, Juara 1 Kelas Bungkai Kumite 14-17 tahun, Kurniawan Afrizal Bringasmara, merebut Juara I Kelas Bungkai Kumite 14-17 Tahun, dan Budi Herianto sendiri Juara I di kelas veteran Kata Individual Male 45 Years.

Sementara dua peserta lainnya, masing-masing M Reza Fernanda berhasil Juara III Kumite Individual Male Cadets+70 Years, dan Hazima Zafier Noor Haq meraih Juara III Kata Individual Girl 12 Years.

Prestasi yang telah diraih menumbuhkan harapan baru dunia olahraga di tanah air. Para atlit tersebut akan mewakili Indonesia pada kejuaraan Karate-do Gojukai di Kanada tahun 2017 mendatang. Harapan besar untuk membawa pulang medali emas ke tanah air disampirkan di pundak mereka.

“Saya berharap lima atelit dari Tuban, minimal dapat ikut berpartisipasi dalam kejuaraan International. Mereka akan mewakili Indonesia,” ujar Ketua Umum Karate-do Gojukai Indonesia, Cabang Tuban, Abdul Jamil.

Perkembangan beladiri ini di Tuban sangat bagus. Meski baru tiga tahun eksis, sudah cukup diminati generasi muda. Terbukti saat ini telah diikuti oleh 120 orang. Usianya pun beragam, mulai enam tahun hingga 16 tahun, sehingga akan bagus untuk pola regenerasi.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Budi Herianto, pelatih Karate-do Gojukai Indonesia, beserta jajaran pengurus Cabang Tuban. Saya cukup bangga di usianya yang masih muda berdiri sudah mampu menjadi juara umum,” pungkas Abdul Jamil.(*)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

Budi sulistiyono on Managemen Bakal Rombak Pemain