Jelang Kompetisi, Askab PSSI Sosialisasikan Aturan

0
1736
Technical Meeting : Asosiasi Sepak Bola Kabupaten Tuban (Askab) PSSI Kabupaten Tuban, saat menyosialisasikan aturan main dalam kompetisi internal 2016 di gedung pertemuan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tuban.
Technical Meeting : Asosiasi Sepak Bola Kabupaten Tuban (Askab) PSSI Kabupaten Tuban, saat menyosialisasikan aturan main dalam kompetisi internal 2016 di gedung pertemuan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tuban.

Konituban – Asosiasi Sepak Bola Kabupaten Tuban (Askab) PSSI Kabupaten Tuban, kemarin (4/8) telah menyosialisasikan aturan kompetisi internal 2016 di gedung pertemuan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tuban sebelum kompetisi yang diikuti 15 official tim kelas utama, dan 9 official klub kelas 1 ini dilakukan.

“Pertemuan hari ini sebagai langkah awal untuk memberikan informasi sebelum Technical Meeting (TM) dilakukan,” kata pengurus Askab PSSI Tuban, Dikdo, ketika ditemui usai pertemuan di kantor KONI Jalan Pramuka Tuban (4/8).

Sosialisasi awal kali ini dibagi dalam dua tahap. Sesi pertama pukul 09:30 WIB khusus tim kelas utama, sedangkan sesi kedua untuk kelas 1 berlangsung pukul 14:00 WIB. Sebelum TM berlangsung pada tanggal 25 Agustus 2016 mendatang, setiap official klub sepak bola terlebih dahulu harus memenuhi kelengkapan dokumen pemain.

Untuk penjaringan pemain, Askab PSSI meminta manajemen klub harus suportif. Sebab apabila ditemukan kecurangan dalam data pemain, salah satu sanksinya gol dianulir dan diberikan kepada lawan.

“Kami harapkan semua klub untuk pro aktif sehingga kompetisi internal Askab PSSI 2016 dapat berjalan kompetitif,” imbuhnya.

Dikdo menjelaskan, berkas persyaratan kompetisi internal ini dapat diserahkan ke panitia mulai tanggal 21-25 Agustus 2016. Sehingga pada saat TM berlangsung, semua  klub tidak ada yang di diskualifikasi.

Untuk meminimalisir kerusuhan saat kompetisi berlangsung, Askab PSSI telah meneken kerja sama dengan Kepolisian Resort (Polres) Tuban. Sehingga apabila terjadi hal yang tidak diinginkan dan melanggar hukum, anggota Polres yang akan menanganinya.

“Askab PSSI bersyukur selama menjalankan kompetisi tidak sekalipun ada kerusuhan yang fatal,” tambahnya.

Diketahui, 15 klub yang masuk dalam kelas utama meliputi, Persegrit Unirow, Garuda Widang, Mlangi, Joko Tarub Plumpang, Dipro Sukoharjo Bancar, POPS Sumberarum Kerek, Puraja Fc Jarorejo Kerek,  Montong FC, Persesa Singgahan, Persijat Jatirogo, Popka Karanglo Kerek, Perseka Kembangbilo, PS Socorejo Jenu, SG Tuban, dan Andalas  Leran Palang.

Sedangkan untuk klub kelas 1 meliputi, Wino Fc Margomulyo Kerek, Cendoro Palang, PS Wijaya Kusuma Tuban, HW Karangagung Palang, Agresif Pulogede Tambakboyo, Provite Temayang Kerek, Fudu Karangasem, Pepsi Siding Bancar, dan AMB Banjar Widang.

Pasca kompetisi internal ini berlangsung, apabila ada pemain yang berpotensi. Askab bersama tim pembinaan KONI akan merekomendasikannya untuk bergabung ke Bumi Wali FC ataupun Persatu.

“Ini komitmen kami untuk mendukung generasi muda yang berpotensi mengharumkan sepak bola di Bumi Wali,” pungkasnya. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here