Konituban- Gol semata wayang pada Cabang Olahraga (Cabor) Sepakbola antar tim kesebelasan Kecamatan Jenu yang berlaga melawan Kecamatan Tambakboyo, melangkah ke final, pada Pekan Olahraga Kabupaaten (Porkab) Tuban 2016.

Laga semi final yang digelar di Lapangan Stadion Loka Jaya Tuban dan disaksikan ratusan sporter kedua kesebelasan, membuat tim yang bersaing di babak semi final, menentukan posisi terbaik itu sudah memanas sejak menit awal jalanya laga.
Kedua tim yang didukung masing-masing sporternya tampil maksimal dengan saling menyerang dan bertahan, beberapakali peluang gol terjadi saat kedua tim ini berlaga dilapangan hijau yang diselimuti mendug.
Pada 21 menit pertandingan babak pertama, kesalahan dibuat pemain belakang tim Tambakboyo yang dmanfaatkan oleh pemain Jenu bernomor punggung 15 Sigit Maolana mampu membobol gawang Tambakboyo, tanpa dapat ditepis penjaga gawang Syadli.
Tertinggal satu gol membuat pemain Tambakboyo yang selalu tampil agresif dalam setiap pertandingan sepanjang babak penyisihan sedikit mengalami penurunan mental dan tak mampu membalas ketertinggalan hingga babak pertama serta babak kedua usai. Gol sematawayang Sigit Maolana, mampu mengantarkan tim Kecamatan Jenu menuju final yang akan digelar pada 6 November mendatang.
Sementara itu, usai pertandingan. Pelatih tim Jenu Andi mengatakan, perlu memperbaiki dan menta pemain, selain juga pembaruan strategi bermain. Ada beberapa hal yang perlu di efaluasi dalam pertandingan melawan Tambakboyo karena hanya mampu mencetak satu gol. Diantaranya adalah penyelesaian akhir dan komunkasi para pemain saat bermain.
“Kita hanya satu gol namun puas, dan ini akan menjadi efaluasi kami sebelum ke final, karena lawan kita tentu bukan tim yang sembarangan. Baik Semanding atau Bancar yang akan menang besok, keduanya tidak dapat diremehkan,” katanya.
Terpisah, pelatih tim Tambakboyo Kaeri mengaku puas meski kalah saat angka melawan tim Jenu, setidaknya anak asuhanya mampu bertahan tipis satu angka dari lawanya dengan perjuangan yang begitu berat.
Diakuinya kekalahan timnya disebabkan mental pemain yang drop setelah kebobolan satu gol, beberapa pemain menjadi tidak dapat mengendalikan emosinya setelah satu gol masuk digawang mereka.
“Saya kira anak-anak ini sedikit drop mentalnya setelah ada satu gol dari lawan, mereka jadi kurang konsen dan tidak dapat membalas gol itu, tapi kita tetap bangga anak-anak bisa berjuang sampai titik ini,” kata Pelatih Tambakboyo itu. (Uki)