Konituban.or.id – Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) KONI Tuban bekerja sama dengan Dosen Fakultas Ilmu Olahraga (FIO) Unesa, Dinas Pendidikan Tuban mengadakan PKM Pelatihan Pelatih Bola Tangan kepada Guru PJOK se-Kabupaten Tuban.

Kegiatan pelatihan yang diisi pemateri dari Dosen Unesa dan Pelatih Bola Tangan PON Papua tersebut dilaksanakan selama 2 hari di SMA N 2 Tuban, pada Sabtu – Minggu, (10-11/09).

Selama dua hari ke depan, sebanyak 50 peserta yang terdiri dari guru Olahraga tingkat, SD, SMP dan SMA di Kabupaten Tuban akan mendapatkan materi terkait teori dan praktek pelatihan Bola Tangan dari pakar dan ahlinya.

Ketua ABTI Tuban, Agus Shifaq S.Or M.pd menyampaikan, kegiatan pelatihan ini dalam rangka menyambut Haornas tahun 2022. Selain itu, juga untuk mengembangkan Cabor bola tangan di tuban mulai dari tingkat jenjang dasar di SD, menengah di SMP, dan pendek di tingkat SMA sebagai persiapan Porprov Jatim mendatang.

Harapannya, lanjut Agus, dari perwakilan ini akan disosialisasikan di perkumpulan guru masing-masing. Supaya di setiap sekolah mengenal olahraga bola tangan.

“Kita libatkan guru olahraga di semua jenjang sekolah. Sehingga nanti mereka bisa mengajarkan dan memasyarakatkan olahraga Bola Tangan di sekolah dan lingkungan masing-masing,” beber Agus yang jiga ketua Tim PKM FIO Unesa.

Setelah sosialisasi dan pelatihan ini, selanjutnya, juga akan diadakan kejuaraan tingkat sekolah guna menjaring bibit atlet Tuban untuk menambah prestasi dari Cabor Bola Tangan.

Agus yang juga Dosen FIO Unesa ini menambahkan, sejak terbentuk pada 2019 lalu, sejauh ini perkembangan bola tangan di Kabupaten Tuban terus meningkat.

“Saat ini sudah mulai banyak peminat. Atlet berpotensi juga sudah ada, sehingga ke depan harapannya bisa dimasukan juga dalam Puslatkab Tuban,” sambungnya.

Agus berpesan untuk para peserta pelatihan pada hari ini berkomitmen untuk mengembangkan Olahraga Bola Tangan. Sehingga atlet potensi bola tangan Tuban akan semakin banyak dan tumbuh pesat.

“Tentunya kita optimis ke depan akan ada atlet Bola Tangan Tuban yang bisa meraih prestasi terbaik di tingkat Jatim dan Nasional,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Tuban, Zainal Maftuchien menambahkan, sehubungan dengan pelaksanaan pelatihan bola tangan oleh ABTI Tuban, Koni mengapresiasi karena ini merupakan bentuk kesungguhan serta komitmen Pengkab ABTI dalam mengembangkan, membina dan menyelanggaraan bola tangan di Tuban.

“Dari pelatihan ini, kami berharap para pelatih dan guru olahraga yang ikut Diklat mampu mengimplementasikan ilmu serta pengetahuan yang didapat hari ini untuk selanjutnya dikembangkan di sekolah ataupun club bola tangan masing-masing,” papar Zainal.

Menurutnya, pelaksanaan pelatihan ini punya fungsi dan makna strategis, pasalnya, dengan pelatihan ini, Cabor Bola Tangan bisa lebih dikenal dan memasyarakat lagi di Tuban. Terlebih Bola Tangan ini termasuk Cabor baru.

Ke dua, masih kata Zainal, akan muncul serta tumbuh club Bola Tangan di masyarakat maupun sekolah, sehingga ke depan Pemkab Tuban tidak kehabisan atlet bola tangan terbaik dan berpotensi untuk meraih prestasi di tingkat Kejurprov maupun Kejurnas.

“Kami juga berharap pengurus ABTI Tuban untuk terus menggalakkan program pembinaan ini. Salah satunya melakukan pembinaan mulai SD, SMP dan SMA dengan kompetisi di masing masing jenjang. Dan Semoga ikhtiar ABTI ini bisa sesuai target dan program yang diinginkan,” tutup Zainal. (MAD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here