Dedikasikan Voli Untuk Bumi Wali

    0
    2448

    Konituban – Didik Tri Purwanto, nama pelatih Cabang Olahraga (Cabor) voli pantai, tampaknya belum begitu populer di telinga masyarakat Kabupaten Tuban. Tetapi pelatih kelahiran Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak ini, telah melahirkan atlet voli di kancah Nasional.

    Didik Tri Purwanto, pelatih Cabang Olahraga (Cabor) voli saat memberikan pembekalan pada anak didiknya.
    Didik Tri Purwanto, pelatih Cabang Olahraga (Cabor) voli saat memberikan pembekalan pada anak didiknya.

    Pria bertubuh tegap ini sejak tahun 1992 bekerja di anak perusahaan PT Semen Indonesia (Persero). Kini dia dipercaya sebagai kepala Security di Perumdin Semen Gresik Tuban, tepatnya di Kecamatan Merakurak.

    Di tengah kesibukannya dalam mengemban amanat, pria yang memiliki hobi voli ini memulai karirnya sejak tahun 2001. Hampir dalam satu dekade hingga tahun 2010, dirinya dipercaya melatih atlet Tuban di lapangan Perumdin Semen Gresik Tuban.

    Komitmennya menularkan ilmu voli kepada generasi muda Bumi Wali tidak perlu diragukan. Terbukti besarnya rasa ikhlas membimbing anak asuhnya dari nol, tetap dilakukannya meskipun harus merogoh kocek pribadi dari penghasilannya setiap bulan.

    “Soal biaya tidak pernah dihitung soalnya sudah hobi,” terang pria yang memiliki lisensi pelatih nasional voli indoor, dan pantai sejak tahun 2007 tersebut.

    Untuk memperoleh lisensi Nasional itupun tidak semudah membalikan telapak tangan. Saat itu, ada informasi lisensi pelatih di Malang Jawa Timur. Lantaran tidak ada tabungan milik pribadi maupun orang tua, terpaksa kambing satu-satunya harus dijual untuk biaya mendapatkan lisensi itu.

    Doa restu orang tuanya yang juga atlet voli dimasanya sangat manjur. Didik sapaan akrabnya berhasil mendapatkan predikat pelatih berlisensi Nasional. Saat itu, baru dirinya saja warga asli Tuban yang memiliki predikat bergengsi itu.

    Penyebabnya Cabor voli sejak dahulu masih kalah mentereng, apabila dibandingkan dengan Cabor sepakbola atau olahraga yang menarik minat suporter. Tetapi sejak terjun dalam dunia voli, dirinya membuktikan bahwa generasi Tuban mampu mengukir prestasi dengan mandiri.

    Sejak tahun 2010, Didik akhirnya absen dari dunia voli. Saat itu adiknya diminta menggantikannya, lantaran besarnya amanat kerja yang diembannya. Tetapi adiknya juga serupa, tidak dapat meninggalkan pekerjaannya di salah satu anak perusahaan PT SI.

    “Hampir separuh dekade saya absen, dan di akhir tahun 2014 kembali memegang bola voli,” akunya.

    Saat pertama kembali melatih voli, Didik langsung berkomitmen untuk mengorbitkan atlet Tuban. Terbukti latihan rutin dan dukungan dari Stake holder “Tanah Mas Grup”, berhasil megantarkan tiga atlet Tuban lolos dalam 8 besar di kejuaran voli tingkat provinsi.

    “Target tersebut bukan sekedar impian, tepat bulan Juli 2016 anak asuhnya tim voli dari SMPN 1 Merakurak menjuarai Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Mandiri Jawa Timur,” jelasnya.

    Meskipun dari Pemerintah Daerah (Pemda) Tuban, belum memberikan biaya pendampingan latihan, maupun fasilitas, dirinya tidak berputus asa dalam membesarkan anak asuhnya.

    Bukti kongkrit komitmennya adalah dibangunnya lapangan voli pantai di belakang rumahnya, tepatnya lahan sumbangan warga di perbatasan Desa Mandirejo dengan Sambonggede, Kecamatan Merakurak. Selain itu, pihaknya sangat berterimakasih atas fasilitas lapangan voli indoor dari PT SI  yang disiapkan untuk latihan atlet Tuban.

    Dalam pembuatan lapangan sederhana tersebut atas biayanya sendiri. Secara bertahap diangsur untuk membeli pasir, maupun ban bekas sebagai batas lapangan. Sesuai kalkulasinya menghabiskan anggaran Rp 70 juta.

    Pihaknya berharap besar kepada Pemda maupun perusahaan BUMN PT SI, tetap mensuport Cabor voli Bumi Wali. Sebab atlet yang tergabung dalam Tuban Bumi Wali Beach Voly Ball, tidak diragukan lagi untuk membawa prestasi. (Ron/Rul)

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here