Berharap GTS Cairkan Sisa Anggaran ISC B

0
630

Konituban – Meskipun klub Laskar Ronggolawe atau Persatu Tuban, telah menyelesaikan semua kompetisi ISC B, namun operator PT Gelora Trisusila Semesta (GTS) belum sepenuhnya memberikan anggaran operasional klub. Terhitung dari anggaran operasional total sebesar Rp 400 juta, manajemen Persatu baru menerima dana Rp 285 juta.

Fahmi Fikroni, Menejer Persatu Tuban.
Fahmi Fikroni, Menejer Persatu Tuban.

“Sehingga ada anggaran Rp 115 juta yang belum diberikan, dan pihak menejemen belum mengetahui kapan uang itu dicairkan,” kata Menejer Persatu Tuban, Fahmi Fikroni, ketika dikknfirmasi melalui pesan singkatnya (12/8).

Sementara itu, selam ini pihak ketiga yang setia mensuport Persatu meliputi, PT Semen Indonesia (Persero) berjanji membantu Rp 250 juta tetapi hingga kini belum ditransfer, PT Antara Lintas Samudra (ALS) mensuport Rp 100 juta, dan CV. Tanah Mas Grup memberikan bantuan dana sebesar Rp 50 juta. Sedangkan anggaran PT GTS, masih tersisa Rp 115 juta yang belum ditranfer.

Selama ini menejemen telah berusaha menjalin kerja sama dengan perusahaan/industri yang beroperasi di Bumi Wali. Tetapi belum semuanya respect, padahal pada tahun 2014 lalu klub berjuluk Laskar Rongolawe ini telah menujukkan prestasinya dengan menjuarai Liga Nusantara, artinya Persatu sudah tidak mendapat suport dana APBD lagi.

“Selama ini menejemen kesulitan mengajak pihak ketiga/sponsor untuk bekerja sama dengan Persatu Tuban,” imbuh pria yang kini menjadi anggota komisi B DPRD Tuban.

Selaku pria yang dipercaya menjadi menejer klub, Roni mengaku tidak patah semangat untuk mengorbitkan Persatu dalam kejuaran yang digelar di tingkat Regional maupun Nasional. Selama ada doa dan dukungan dari semua pihak, prestasi akan mudah terwujud.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf, apabila dalam kompetisi ISC B hanya duduk di posisi 4 klasemen grup 6. Sebab lawan tanding satu grup dengan Persatu bukan lawan yang enteng.

“Rata-rata tim cukup kuat, dan sudah berpengalaman di liga ISL maupun devisi utama. Sehingga punggawa Persatu masih kalah jam terbang saja,” Pungkas Fahmi Fikroni. (Ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here