HomeBerita74 Atlet Panjat Beradu Taklukan Lead dan Speed Classic

74 Atlet Panjat Beradu Taklukan Lead dan Speed Classic

Konituban- Sebanyak 74 atlet panjat tebing mulai usia SD/SMP/SMA selama dua hari kedepan, bakal beradu skill menaklukan dua kategori lomba lead dan speed classic junior. Cabor yang menantang adrenalin tersebut, diselenggarakan KONI melalui Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) di arena wall climbing Gor Rangga Jaya Anoraga Tuban.

Ketua KONI Tuban, H. Mirza Ali Mansyur, ST, MM saat memasang point panjat sebagai tanda dimulainya kompetisi panjat tebing Porkab IV 2016
Ketua KONI Tuban, H. Mirza Ali Mansyur, ST, MM saat memasang point panjat sebagai tanda dimulainya kompetisi panjat tebing Porkab IV 2016

“Dari 74 peserta terdiri dari 30 atlet putri dan 44 atlet putra dari beberapa sekolah dan organisasi pecinta alam Tuban,” kata ketua pelaksana Cabor Panjat Tebing, Ghoto, ketika ditemui di GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban (28/10).

Ghotho merinci dari 74 peserta terdiri dari 8 atlet putri, dan 14 putra dari klub Mizu, Cakra Buana mengirim 3 atlet putri, dan 10 atlet putra. SMPN 3 Tuban mendelegasikan tiga atlet putri, dan SMPN 6 mengirim satu atlet putri.

Kemudian Yayasan Acarina mengirim tiga atlet putri, dan 4 atlet putra. Dua atlet putri dari SMAN 1 Tuban, dan klub Midori mengirim 7 atlet putri dan dua atlet putra. Ditambag klub Terarosa mendelegasikan satu atlet putri, dan 4 atlet putra. Klub Rayap mengirim satu atlet putri.

“Serta Klub Mack mengirim satu atlet putri, dan dua putra,” imbuhnya.

Selain itu, Man Rengel mengirim dua atlet putra, SMK TJP Tuban mendelegasikan 3 atlet putra, MTSN Tuban mengutus dua atlet putra, dan satu atlet putra dari SDN Mondokan.

Sementara, Ketua Harian FPTI Tuban, H. Prayudianto, SH, menjelaskan maksud dari kategori lead yakni semua jalur kompetisi Lead yang dipanjat secara on-lead dari bawah. Jalur berhasil dipanjat apabila sesuai peraturan kompetisi, dan jika tali pengaman telah dikaitkan dengan karabiner dari quickdraw terakhir.

“Untuk penilaiannya hanya tumpuan point yang disentuh menggunakan tangan,” jelasnya.

Sedangkan untuk kategori speed classic penilaiannya menggunakan stopwatch. Dimana setiap atlet akan memanjat dua jalur A dan B. Ketentuannya jika atlet gagal di jalur A, maka tidak diperkenankan di manjat di jalur B.

Begitupun sebaliknya, jika atlet gagal di jalur B maka dinyatakan gugur. Sedangkan pada babak putaran final, dilakukan menggunakan sistem gugur. Yakni ditentukan dari total waktu yang ditempuh atlet pada kedua jalur pemanjatan.

Ketua KONI Tuban, H. Mirza Ali Mansyur,ST, MM berharap atlet muda panjat tebing Bumi Wali yang ikut Porkab IV tahun ini, secara perlahan dapat profesional. Untuk kejuaran Porprov tahun 2019 mendatang, KONI optimis atlet naungan FPTI mampu meraih medali emas. (Ron)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

Budi sulistiyono on Managemen Bakal Rombak Pemain