HomeBeritaCandra Marimar, Didaulat Sebagai Pegulat Terbaik Putri Jatim

Candra Marimar, Didaulat Sebagai Pegulat Terbaik Putri Jatim

konituban.com – Salah satu atlet gulat asal Bumi Wali Tuban, Candra Marimar didaulat sebagai pegulat terbaik putri tingkat Provinsi Jatim dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) di Pacitan akhir bulan Mei 2016 kemarin

“Prestasi itu menjadikan Tuban berada di posisi II di bawah Surabaya,” kata Nur Khamid pelatih gulat yang juga sebagai Wakil Ketua KONI Tuban (3/6).

Meskipun masih muda, Candra Marimar yang masih duduk di bangku SMPN 2 Soko mampu menunjukan penampilan terbaiknya. Dia berhasil melibas seluruh atlet seusianya di kelas 43 Kilogram (Kg).

Selain Candra, beberapa atlet muda Tuban lainnya juga tak kalah hebatnya. Tercatat, atlet Mutoharoh asal SMPN 2 Soko menjuarai kelas 34 Kg, Brian Anggara satu yang sekolah dengan Candra juga menjuarai kelas 42 Kg gaya bebas.

“Sehingga ada 8 medali emas yang diraih atlet Tuban,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang SMP/SMA/SMK, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Tuban.

Selian medali emas, beberap medali perak dan perunggu juga diraih oleh anak asuh Nur Khamid. Tercatat, atlet Muhammad Rudianto, dan Ulil Absor, keduanya siswa SDN Tluwe, Soko, meraih medali perak masing-masing di kelas 28 Kg, dan 38 Kg untuk pemula. Lainnya Riza Nur Aeni, siswa SMPN 2 Soko berhasil mendapakan medali perak di kelas 34 Kg gaya bebas.

Untuk perolehan medali perunggu di sabet siswa MTs Salafiyah Prambon, Kecamatan Soko, Wahyu Hidayat. Dia memenangkan gulat di kelas 38 Kg gaya bebas.

“Total ada 5 medali perak, dan 6 perunggu yang dibawa pulang ke Bumi Wali,” tambahnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2006 sampai 2007 Cabor gulat sangat kekurangan tenaga pelatih. Atas semangat tim akhirnya semua lulusan terbaik generasi pertama, diminta ikut melatih generasi gulat berikutnya. Hasilnya sangat luar biasa, secara perlahan disetiap kelas Tuban sudah memiliki atlet.

“Prestasi kali ini sama dengan tahun lalu di Lamongan, yakni menempati posisi kedua juara umum. Untuk bertahan dan menempati posisi tersebut, para atlit tuban membutuhkan waktu 10 tahun sejak 2006,” pungkas Nur Khamid. (Ron)

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

Budi sulistiyono on Managemen Bakal Rombak Pemain